Daya Saing Produk Indonesia di Pasar Luar Negeri


Nilai perdagangan bilateral Indonesia dengan beberapa negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah meningkat dengan cepat, dengan peningkatan lebih dari 100 persen, dengan Kazakhstan dan Uzbekistan, antara lain. Tren yang sama juga diamati antara Indonesia dan beberapa negara Amerika Selatan dan Tengah, seperti Kuba, Ekuador, St. Vincent dan Grenadines, dan Dominika.

Demikian juga, volume perdagangan antara Indonesia dan negara-negara Eropa Tengah dan Timur, seperti Malta, Latvia, dan Slovakia, naik rata-rata di atas 100 persen.

Kedua, upaya diplomasi ekonomi juga bertujuan memperkuat infrastruktur kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan negara-negara lain dalam rangka meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar luar negeri. Upaya tersebut dilakukan melalui negosiasi baru dan penyelesaian negosiasi yang sedang berlangsung tentang Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA), Perjanjian Perdagangan Bebass (FTA), dan Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA).

Saat ini, negosiasi CEPA antara Indonesia dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA), yang telah berlangsung selama lebih dari delapan tahun, akhirnya dapat diselesaikan. Selain itu, negosiasi CEPA antara Indonesia dan Australia baru-baru ini selesai, dan CEPA Indonesia-Chili juga telah ditandatangani.

Selain itu, Indonesia, untuk pertama kalinya, juga menjalani negosiasi PTA dengan negara-negara Afrika, seperti Mozambik dan Tunisia. Negosiasi PTA antara Indonesia dan beberapa negara lain – Maroko, Bangladesh, dan Sri Lanka – juga masih diadakan.

Selain itu, Indonesia melakukan beberapa penilaian PTA dengan berbagai organisasi ekonomi regional, termasuk Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS), Uni Bea Cukai Afrika Selatan (SACU), dan Uni Ekonomi Euroasian (EAEU). View on jasa seo terbaik.

Tanpa langkah-langkah ini untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara lain, produk-produk Indonesia akan tersingkir dari persaingan di pasar luar negeri, kata Menlu Retno Marsudi. Ketiga, upaya diplomasi ekonomi juga diarahkan untuk membantu memperluas penjualan produk industri strategis Indonesia di luar negeri.

Hasil terbaru dari upaya diplomasi ekonomi itu termasuk penjualan sejumlah besar mobil kereta api yang diproduksi oleh PT INKA Indonesia ke Bangladesh dan Thailand serta penjualan pesawat angkut militer ringan – NC212i – yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia.

Diplomasi ekonomi juga ditujukan untuk meningkatkan potensi investasi Indonesia dan proyek infrastruktur di luar negeri. Misalnya, meningkatkan peluang bagi badan usaha milik negara Indonesia untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan infrastruktur di Niger dan Filipina dan pembangunan pabrik mie instan Indonesia di Serbia, serta memfasilitasi investasi PT Telkom Indonesia di Hongaria. Klik jasa seo.

Terakhir, upaya diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah juga diarahkan untuk melindungi kepentingan strategis produk Indonesia, salah satunya adalah produk minyak sawit Indonesia, yang terus menjadi target kampanye hitam di beberapa negara, terutama di kawasan Uni Eropa.

Oleh karena itu, rental mobil bali dengan sistem lepas kunci terus berupaya untuk memerangi diskriminasi terhadap produk minyak sawit Indonesia, salah satunya adalah melalui pembentukan Dewan Negara-negara Penghasil Minyak Sawit (CPOPC) oleh Indonesia dan Malaysia untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara produsen minyak sawit di kawasan dan forum ekonomi global.